• HALOO GUYS

    SELAMAT DATANG DI BLOK KAMI KOMUNITAS GONG CAVE SCOUTS PACITAN

  • DONT FORGET

    IKUTI KAMI JUGA DI FACEBOOK, TWITTER, INSTAGRAM, YOUTUBE DAN SOSIAL MEDIA LAINYA

  • Watching and Subcribe SGC PRODUCTION on Youtube

    Ingin Tahu Video Kegiatan SGC dan Berita Seputar Kota Pacitan, Jangan Lupa Subcribe Ya

Monday, 23 January 2012

SBY: KRPL Perkuat Ketahanan Pangan

Melanjutkan agenda sebagai puncak kegiatan di kabupaten Pacitan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jum\'at (13/01) menyempatkan meninjau langsung kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kayen Kecamatan Pacitan
Tiba dilokasi pukul 10.30 WIB, presiden yang selalu membuka kaca Cendela Mobil Indonesia 1, seraya melambai-lambaikan tangan kepada warga yang menyambut disepanjang perjalanan, didampingi Ibu Negara ANY SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, Gubernur Jawa Timur dan sejumlah Menteri, langsung menuju kebeberapa rumah warga.

Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO,berdialog dengan warga yang memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman buah dan sayur.
Presiden SBY mengatakan, sebagai awal, tanaman yang dikembangkan setidaknya dapat untuk mencukupi kebutuhan sehari hari,dan dapat menjadi gerakan Nasional. Tidak hanya di Pacitan tetapi juga diseluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Ketahanan Pangan tandas Presiden harus menjadi perhatian utama semua pihak termasuk masyarakat.

Setelah meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari didesa Kayen, Presiden beserta rombongan langsung menuju Masjid Agung DARUL FALAH Pacitan, untuk sholat Jum\'at. Dalam kesempatan itu pula Presiden memberikan bantuan dana 1 Milyar rupiah untuk Masjid yang sedang direnovasi. Gubernur Jawa Timur Sukarwo juga memberikan bantuan 500 juta rupiah, dan putra presiden EDY BASKORO YUDHOYONO memberikan 25 juta rupiah.

Presiden SBY berharap, pembangunan Masjid Agung DARUL FALAH Pacitan dapat selesai akhir tahun ini, dan menyatakan kesanggupanya untuk meresmikan awal tahun 2013.

Sejak tiba di Pacitan kamis sore sejumlah agenda memang sudah menanti Presiden SBY. Setelah melakukan ziarah ke makam Ayahanda R Sukoco, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bunga Bangsa sesaat setelah beristirahat di pendopo kabupaten, malam harinya kepala negara bertemu dengan para pembatik dari Ngadirojo dan sempat melakukan dialog.

Pagi harinya sebelum mendengarkan paparan dari Gubernur dan bupati Pacitan, Presiden SBY menyempatkan diri menengok stadion dan Gelanggang Olah raga (GOR) Pacitan yang masih dalam proses pembangunan. Baru sekitar pukul 10.30 W I B, Presiden bersama Ibu negara didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan sejumlah menteri meninjau KRPL.(Riz)

Kementerian Kelautan Dan Perikanan Bantu Pengembangan Perikanan di Pacitan

Kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kamis (12/01) memberikan berkah tersendiri bagi kabupaten Pacitan. Bukan hanya karena orang nomor satu di Indonesia itu putra daerah, sejumlah bantuan dari pemerintah pusat juga diterima kabupaten Pacitan
Kementerian kelautan dan Perikanan melalui Direktur Usaha Budidaya Tri Hariyanto menyerahkan 6 jenis bantuan untuk pengembangan kelautan dan perikanan tangkap di Pacitan. Penyerahan sendiri diterima simbolis Sekretaris daerah (Sekda) Pacitan Mulyono mewakili Bupati Pacitan Indartato.

Bantuan tersebut meliputi, Pengembangan Program Usaha Mina Pedesaan (PUMD) budidaya untuk 12 kelompok senilai Rp. 780 juta, Pengembangan PUMD perikanan tangkap untuk 15 kelompok senilai Rp. 15 milyar serta Penyempurnaan pelabuhan perikanan pantai Tamperan melalui dana dekonsentrasi Rp. 12,5 milyar. Bantuan lain berupa, sertifikat hak atas tanah nelayan untuk 100 orang dan satu unit eskavator senilai Rp. 1,3 milyar.

Dalam arahanya Direktur Usaha Budidaya Kementerian Kelautan Dan Perikanan Tri Hariyanto minta agar bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. Seperti, program usaha Mina Pedesaan yang sangat cocok dikembangkan pada kawasan non pesisir.Atas nama pemerintah daerah Sekretaris daerah Pacitan Mulyono juga menyampaikan ucapan terimaksih atas bantuan tersebut.(Pur/Riz)

Pembangunan Stadion Dan GOR, Menpora Minta Tidak Ada Ruang Kosong Yang Sia-Si

Keberadaan Gelanggang Olah Raga (GOR) Pacitan serta Stadion kedepan diharapkan bukan hanya sebagai sarana olah raga masyarakat namun juga menjadi pusat kegiatan kepemudaan.Sehingga saranaprasaran yang dibangun dengan biaya milyaran rupiah tersebut tidak sia-sia
Demikian Ditegaskan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Malarangeng, saat melakukan tinjauan langsung proses pembangunan stadion dan GOR Pacitan, Kamis (12/01) siang. Untuk itu tandas Menpora, selain sejumlah venue olah raga harus ada ruang khusus yang dapat digunakan untuk wisma kepemudaan.

Khusus untuk stadion menteri minta agar fasilitas ruang yang kosong dibawah tribun dimanfaatkan untuk cabang olah raga lain. Semisal, tenis meja, karate hingga tempat fitnes. Begitu juga dengan jalur masuk stadion, harus dibangun melingkar untuk jogging track masyarakat luas. Harapanya, fasilitas olah raga seluas hampir 19 hektar tersebut termanfaatkan maksimal. Pun demikian dengan lingkungan sekitar stadion serta GOR, harus lebih banyak lagi ditanami pohon biar teduh.

Stadion serta Gelanggang Olah Raga (GOR) Pacitan dibangun ekstafet kurang lebih sejak 3 tahun lalu. Bangunan yang menelan anggaran lebih dari 20 milyar bantuan dari Kementerian Olah Raga itu, saat ini sudah mencapai 90 persen. Selain lapangan sepak bola dan atletik di dalam stadion, juga terdapat tempat olah raga Tenis lapangan, bola voly serta basket yang ketiganya berada di dalam GOR.

Kunjungan Menpora Andi Alfian Malarangeng ke Pacitan selain meninjau proyek pembangunan sarana olah raga juga mengikuti agenda kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Saat melakukan sidak, Menpora didampingi Bupati Pacitan Indartato, Sekretaris daerah Mulyono serta kepala dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olah Raga M fathoni.(Riz)

Thursday, 13 October 2011

KOTA PACITAN DI GOYANG GEMPA HARI INI

KOTA PACITAN DI GOYANG GEMPA HARI INI TANGGAL 13 OKT0BER 2011

Friday, 30 September 2011

Kecepatan Fastnet Naik Jadi 1,5Mbps


Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini pengguna internet di Indonesia mencapai 45 juta. Sementara itu, Business Monitor International, lembaga riset dunia memprediksi, pengguna internet di Indonesia akan mencapai 153 juta pada 2014.

Angka 153 juta pengguna tersebut mencakup 61,2 persen dari total penduduk di Tanah Air. Sayangnya, dari sisi kecepatan akses Internet, Indonesia jauh tertinggal.
Menurut laporan Akamai, lembaga riset Internet dunia, rata-rata kecepatan koneksi Internet global mencapai 5Mbps. Korea Selatan, negara dengan koneksi Internet tercepat di dunia memiliki kecepatan akses rata-rata 14,4Mbps.
Hong Kong dan Jepang berada di posisi berikutnya. Masing-masing memiliki kecepatan akses rata-rata 9,2Mbps dan 8,1Mbps. Amerika Serikat di urutan ke-14 dengan kecepatan 5,3Mbps.

Berapa kecepatan rata-rata Internet di Indonesia?

Menurut data Akamai, kalau dipukul rata, kecepatan akses Indonesia mencapai 617Kbps. Angka ini di bawah Malaysia dan China yang rata-rata akses Internetnya mencapai 1Mbps. Apalagi bila dibandingkan dengan Thailand dan Singapura yang mencapai 2,8Mbps dan 4,1Mbps.

Untuk mendongkrak kecepatan rata-rata akses Internet, First Media menambah kecepatan standar akses internet hingga 50 persen. Paket FastNet Family, yang merupakan paket paling ekonomis yang selama ini masih berada di bawah kecepatan ideal, dinaikkan dari 1Mbps menjadi 1,5Mbps.

“Penambahan kecepatan hingga 50 persen ini dilakukan agar para konsumen dapat mengakses Internet dengan kecepatan yang ideal,” kata Direktur Utama First Media, Hengkie Liwanto, di Jakarta, Jumat 30 September 2011.
“Harapannya, penambahan yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup digital pengguna,” ucapnya.

Hengkie menyebutkan, penambahan kecepatan ini juga dilakukan untuk menunjang program pemerintah Indonesia yang berencana secara bertahap akan meraih kecepatan akses Internet hingga 10Mbps.

Meski naik 50 persen, First Media hanya akan menambah biaya berlangganan sebesar Rp40.000 dari sebelumnya Rp195.000. “Artinya, meskipun kecepatan akses FastNet ditingkatkan hingga 50 persen, biaya langganan hanya naik sekitar 20 persen,” kata Hengkie. “Sehingga diharapkan kenaikan ini tidak memberatkan konsumen,” ucapnya.